Oh..Ternyata Ambievert

Menjadi mahasiswa baru adalah hal yang setengah menyenangkan dan setengah enggak.
Momen menjadi maba ini aku jadikan sebagai penilaian terhadap diri aku sendiri, sebagai pengukur nilai pergaulan aku. Apakah aku ini extrovert atau introvert

Menurut salah satu sumber yang aku baca, ciri-ciri extrovert adalah sebagai berikut:
a. Senang bersama orang
b. Percaya diri (Kadang bisa berlebihan)
c. Aktif
d. Lebih senang bekerja kelompok
e. Lebih suka berinteraksi dengan banyak orang sekaligus
f. Gampang bergaul (supel)
g. Senang beraktifitas
h. Lebih senang bercerita, daripada mendengarkan orang bercerita
i. Senang dengan kegiatan dengan banyak orang (jalan-jalan, pergi ke konser, nongkrong, berpesta dsb)
j. Lebih senang berpartisipasi dalam sebuah interaksi
k. Berbicara/Melakukan dulu baru berpikir
l. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan kata-kata

Sementara ciri-ciri orang introvert :
a. Senang menyendiri
b. Pemikir
c. Pemalu
d. Pendiam
e. Lebih senang bekerja sendirian
f. Lebih suka berinteraksi secara langsung dengan 1 orang (1 on 1 interaction)
g. Susah bergaul (kuper)
h. Senang berimajinasi
i. Jarang bercerita, lebih suka mendengarkan orang bercerita
j. Senang dengan kegiatan yang tenang (membaca, bermain komputer, memancing, bersantai dsb)
k. Lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi
l. Berpikir dulu baru berbicara/melakukan
m. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan

Dadi kedua ciri diatas, ciri-ciri introvertlah yang hampir 95% aku miliki.
Tapi terkadang aku merasa “ah gue perasaan gak pendiem pendiem amat, gue suka berkenalan dengan orang baru, gue terkadang senang bisa bareng-bareng temen-temen kalo lagi jalan” tapi kadang aku juga memang memilih “kesendirian” sebagai hal yang menyenangkan.

Di saat orang-orang gak PD jalan sendiri, pergi ke mall sendiri atau makan di (misal KFC) sendiri atau pergi ke tempat festival maupun seminar sendiri , JUSTRU aku merasa pergi ke tempat itu sendiri adalah menyenangkan.

Kadang senang melucu di depan orang banyak, banyak ngmong sampe berbusa tapi kadang tiba-tiba bisa menjadi pendiam,kaku, pemalu.
Kadang senang mecurahkan perasaan kepada teman kadang juga sering tersiksa dengan masalah yang digadapi karena saking memendam (tidak mau menceritakan)

Pemalu? Memang kadang bisa sangat jadi pemalu bahkan pendiam tapi disuatu momen kadang bisa jadi orang yang gatau malu kalo lagi kumpul sama genk.

Entahlah aku itu kenapa?
Masih dengan pertanyaan yang sama “apakah aku memiliki dua kepribadian? ”

Beberapa menit yang lalu, tiba-tiba iseng browsing tentang introvert dan extrovert ini dan menemukan sebuah blog dengan pembahasan tentang keduanya..

Ada kata ambievert . Apa itu ambievert?

Bener!! Bener banget
Memang kadang-kadang ketika saya sedang happy, tiba-tiba saja saya bisa sedih menangis karena sesuatu masalah terlintas dibenak begitu saja. Dan sebaliknya.

Kadang memang merasa tersiksa (lebay) juga dengan ambievert ini, suka merasa “ih kenapa sih gue gak kayak dia, gampang banget bergaulnya” .
Beda dengan saya kalo bergaul itu mesti pelan-pelan dulu meskipun pada akhirnya kita menjalani pertemanan yang menyenangkan.

Menemukan kata-kata yang tepat menggambarkan siapa diri ini, sungguh menyenangkan. Seakan akan saya mengetahui bahwa saya ini masih normal, padahal saya merasa jadi orang paling aneh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s