Pertemuan itu …

Peristiwa manis itu dimulai sepekan lalu, aku tahu hari itu akan cepat berlalu dan tak banyak waktu.

Ternyata masih sama
Sama seperti beberapa tahun lalu .senyummu yang ratusan hari tak pernah kulihat lagi
Senyum yang menjadi sumber kekagumanku beberapa tahun silam
ternyata dapat kunikmati lagi .
Ternyata rasa itu masih ada dan tak berubah.
Sesaat perpisahan bergerak lebih cepat,
duduk di depanmu dan menikmati hal yang satu itu.
Lagi-lagi tanpa kamu tahu.

Pada saat yang sama , semesta mengirimkan lagi bahasa-bahasa yang tak kumengerti, seperti kau ingin terbang ke langit ke tujuh.

Aku tak selalu mengerti semesta, dengan segala permainannya.
Hingga akhirnya aku semakin tak mengerti tentang kebersamaan yang belum tergapai, namun akan segera usai

Mencintai tak tahu berhenti, tapi selalu ditinggal ketika rasanya hampir memiliki.
Menjadi yang pintar mengobati pun percuma, jika aku kelak gagal di cinta yang lain lagi.
Tapi aku tak mau yang lain. Sebab yang lain tentu bukan kamu.

-nsp,11.02.14-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s